Alifudin Apresiasi Semangat Solidaritas Anak Muda Pontianak

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama Ormas KNRP dan JPRMI Pontianak

Anggota MPR RI Dapil Kalbar 1, Alifudin, Mengapresiasi Semangat Solidaritas dan kepedulian generasi muda terhadap masalah-masalah kebangsaan. Pemuda Saat ini terlihat masih banyak yang peduli terhadap permasalahan kebangsaan dan solidaritas yang selalu terjaga.

“Semangat anak muda yang harus terjaga adalah semangat membantu menyelesaikan masalah bangsa dan semnagat solidaritas,” kata Alifudin saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Hotel 95 Pontianak, Rabu, 10 Desember 2025. 

Menurut Alifudin, kemerdekaan yang dinikmati bangsa Indonesia saat ini tidak terlepas dari pengorbanan besar para pahlawan yang gugur demi memperjuangkan kemerdekaan. Oleh karena itu, generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga dan merawat keutuhan bangsa. 

Ia menegaskan bahwa para pendiri bangsa telah mewariskan pesan penting agar bangsa Indonesia dirawat melalui pengamalan Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. 

Sosialisasi Empat Pilar MPR RI tersebut dihadiri pengurus Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) dan pengurus Jaringan Remaja Masjid Indonesia (JPRMI).

Dalam kesempatan itu, Alifudin menjelaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar menjadi fondasi utama dalam menjaga persatuan dan solidaritas di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya di Indonesia. 

“Inti dari Empat Pilar ini adalah membangun solidaritas, empati, serta sikap saling menghargai antarsesama warga bangsa, tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun status sosial,”  katanya. 

Alifudin juga mengingatkan pentingnya menggaungkan nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan dari generasi ke generasi, khususnya di anak-anak muda. 

Menurutnya, tanpa sosialisasi yang terus-menerus, masyarakat dapat melupakan sejarah kebersamaan dan ikatan kekerabatan yang telah terjalin sejak lama. 

“Kalau tidak terus kita galakkan, nanti bisa lupa bahwa dulu orang tua kita bersaudara, nenek dan datuk kita mungkin berasal dari keturunan yang sama. Ini harus kita bina, termasuk bagaimana menghargai dan menjaga solidaritas,” ujar Alifudin.

Pos terkait