Pontianak Terkinni – Arif Joni, anggota DPRD Provinsi Kalbar, meminta pemprov Kalbar segera meminta BGN menarik dan memeriksa ompreng yang dijadikan tempat sajian Makan Bergizi Gratis (MBG) yang beredar di Kalbar dikarenakan adanya informasi mengandung bahan yang berbahaya dan tidak halal, hal ini disampaikan dalam rilisnya, Rabu (27/8/2025)
“Saya sepakat dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak cepat melakukan pengecekan terkait tempat atau ompreng Makan Bergizi Gratis (MBG). Informasi yang beredar adanya ompreng yang diimpor dari Chaoshan, China. Khusus di Kalbar bisa segera melakukan sidak berkoordinasi dengan pihak terkait”, ujarnya.
Ompreng yang diduga mengandung bahan-bahan berbahaya hingga bahan yang tidak halal, termasuk salah satunya minyak babi. membuat kekhawatiran khusunya guru dan orang tua murid.
“Masalah ini tentu sangat meresahkan masyarakat khususnya orangtua murid. Mengingat sebagian penduduk Indonesia beragama Islam. Kalau demikian sebaiknya segera tarik dari peredaran dan tidak lagi menggunakannya,” tambahnya.
Arif Joni juga mengatakan, program MBG yang sudah berjalan ini yang tentu saja program yang baik, dengan issue ini menjadi hal yang meresahkan masyarakat. Kalau makanannya setahu saya sudah ada jaminan halal dari kemenag.
“Saya sangat setuju dan mendukung program MBG ini, namun kalau ada hal yang meresahkan masyarakat sudah tentu harus segera ditindaklanjuti. Selain diteliti kebenarannya, untuk sementara jangan menggunakan Ompreng itu sampai ada jaminan halal dan aman dari tinjauan kesehatan”, pungkas Arif Joni yang sekarang menjabat ketua Majelis Pertimbangan Wilayah(MPW) PKS Kalbar.
Arif Joni juga meminta pemerintah tidak lagi mengimpor ompreng MBG dari china, namun segera membeli dari pengusaha UMKM lokal yang ada di daerah masing masing.
